Fire Safety Audit

Fire Safety Audit: Langkah Penting Mengurangi Risiko Kebakaran

Dalam manajemen risiko fasilitas, fire safety audit berfungsi sebagai verifikasi teknis atas kecukupan desain, instalasi, dan pengelolaan sistem proteksi kebakaran terhadap risiko aktual. Audit ini memastikan sistem yang terpasang memenuhi SNI, NFPA, FM Global, serta persyaratan proteksi asuransi.

Agar tidak muncul temuan mayor, pengelola fasilitas perlu memahami parameter teknis yang dinilai, mulai dari kapasitas dan performa sistem hingga kelengkapan dokumentasi. Artikel ini membahas ruang lingkup fire safety audit dan checklist penting yang perlu dipersiapkan.

Apa Itu Fire Safety Audit?

Fire Safety Audit adalah proses evaluasi komprehensif terhadap sistem keselamatan kebakaran di suatu bangunan atau fasilitas untuk memastikan kepatuhan terhadap standar, seperti NFPA dan SNI. 

Proses audit melibatkan pemeriksaan peralatan, prosedur, dan kesiapan personel guna mengidentifikasi risiko serta mencegah kebakaran. Tujuan audit proteksi kebakaran ini adalah untuk mendapatkan bukti audit secara objektif dan mengevaluasi kecukupan sistem proteksi aktif maupun pasif.

Kenapa Fire Safety Audit Dibutuhkan oleh Industri?

Fire safety audit merupakan langkah krusial di lingkungan industri yang rawan bahaya, terutama jika kegiatan operasionalnya kompleks dan melibatkan bahan-bahan mudah terbakar.

Berikut beberapa manfaat fire safety audit bagi industri.

1. Kepatuhan Regulasi

Audit memverifikasi kesesuaian sistem proteksi dengan peraturan terkini, mengurangi potensi denda atau penutupan operasional. Industri wajib mematuhi standar keselamatan kebakaran nasional dan internasional untuk meningkatkan reputasi dan menghindari sanksi hukum.

2. Identifikasi Risiko

Audit menemukan bahaya tersembunyi seperti kerusakan peralatan atau penyimpanan bahan berbahaya, memungkinkan mitigasi sebelum kebakaran terjadi. Di fasilitas industri, langkah ini mencegah insiden yang bisa menghambat produksi.

3. Optimalisasi Sistem

Pemeriksaan rutin memastikan peralatan seperti sprinkler, alarm, dan hydrant berfungsi optimal. Hasil temuan audit bisa dijadikan sebagai dasar untuk meng-upgrade sistem proteksi kebakaran jika diperlukan.

Ruang Lingkup Audit Proteksi Kebakaran

Fire Safety Audit
Sumber: Elixir Engineering

Ruang lingkup audit proteksi kebakaran mencakup evaluasi komprehensif terhadap sistem keselamatan kebakaran untuk memastikan kepatuhan standar NFPA, SNI, dan regulasi nasional seperti Permen PU No. 26/2008. 

Audit ini menilai efektivitas proteksi aktif, pasif, serta manajemen darurat melalui inspeksi fisik, wawancara, dan review dokumen.

1. Sistem proteksi aktif

Audit sistem proteksi aktif mencakup hydrant, sprinkler, fire alarm, dan sistem foam untuk memverifikasi fungsi, pemeliharaan, dan kapasitas respons. Audit dimulai dari review dokumen, inspeksi lapangan, hingga laporan rekomendasi perbaikan.

2. Sistem proteksi pasif & manajemen kebakaran

Proses audit sistem proteksi pasif dan manajemen kebakaran melibatkan evaluasi struktural bangunan, bahan anti-api, serta pengelolaan operasional. Cakupannya adalah sistem kompartementasi (Pemisahan Bangunan Resiko Kebakaran Tinggi), sarana evakuasi dan alat bantu evakuasi, sarana dan sistem pengendali asap dan api (Fire Damper, Smoke Damper, Fire Stopping, dll), dan Fire Retardant (Sarana Pelambat Api).

Tahapan fire safety audit untuk sistem ini dimulai review dokumen, inspeksi visual, pengukuran ketahanan api, lalu assessment prosedur manajemen untuk identifikasi gap kepatuhan. Audit manajemen sistem kebakaran umumnya mencerminkan siklus Plan – Do – Check – Act (PDCA).

3. Dokumentasi dan prosedur darurat

Proses fire safety audit untuk lingkup dokumentasi & prosedur darurat melibatkan review sistematis terhadap kelengkapan, aktualitas, dan implementasi dokumen keselamatan kebakaran. 

Auditor akan memverifikasi melalui pemeriksaan fisik dokumen dan simulasi untuk memastikan efektivitas prosedur darurat. Wawancara dan observasi juga biasa dilakukan untuk mengonfirmasi pemahaman karyawan terhadap prosedur evakuasi, penggunaan APAR, serta koordinasi dengan tim darurat eksternal.

Fire Safety Audit Checklist 

Fire Safety Audit
Sumber: Building Fire Research Center

Checklist fire safety audit dari dokumen tersebut menyediakan format komprehensif dengan kolom Yes, No, N/A, dan komentar untuk evaluasi keselamatan sistem proteksi kebakaran.

Dokumen mencakup identifikasi organisasi, lokasi, area audit, tanggal, dan nama auditor, diakhiri dengan hasil keseluruhan yang menentukan status adequate atau perlu remedial action. Berikut poin-poin yang harus diperhatikan di setiap sistem.

1. Fire Safety Management

  • Verifikasi pelaksanaan fire risk assessment
  • Ketersediaan catatan (records)
  • Implementasi mitigasi bahaya
  • Pelatihan staf
  • Monitoring rutin
  • Review saat perubahan pada bangunan/area kerja

2. Fire Prevention Areas

  • General: Pengendalian material mudah terbakar, kebersihan area, pengelolaan limbah, pengaturan area merokok, inspeksi akhir hari, pencegahan tindakan pembakaran (anti-arson), instruksi pencegahan kebakaran, pemahaman staf mengenai pintu tahan api dan sistem permit-to-work.
  • Keselamatan listrik: Kondisi instalasi listrik, pengujian rutin sesuai Electricity at Work Regulations 1989, ketersediaan catatan pengujian, meminimalkan penggunaan extension lead, menghindari beban listrik berlebih, menjaga jarak peralatan dari material mudah terbakar, kesadaran bahwa perbaikan hanya dilakukan oleh personel yang terlatih dan kompeten.
  • Perangkat pemanasan/memasak: Peralatan terpasang pada posisi tetap, instalasi dalam kondisi baik, perawatan rutin, ketersediaan katup penghenti (shut-off valves), penggunaan kontraktor yang berkualifikasi, kesadaran terhadap prosedur perbaikan.
  • Bangunan/pabrik/mesin: Kondisi penghalang api dan asap, fire damper diuji, prosedur pengendalian pekerjaan diterapkan, pemeriksaan rutin dilakukan dan dicatat.
  • Sarana Evakuasi: Jumlah dan lebar pintu keluar, jalur mengarah ke tempat aman, ketersediaan jalur evakuasi, dapat digunakan tanpa kunci, bebas dari hambatan, kondisi permukaan jalur evakuasi, pintu menutup otomatis, arah bukaan pintu, rambu evakuasi, pencahayaan dan pencahayaan darurat, penyediaan bagi kebutuhan khusus.

3. Tindakan & Sistem

  • Tindakan Saat Terjadi Kebakaran: Prosedur tertulis, pemahaman staf, pemberitahuan/instruksi, Fire Marshal / Fire Warden, pengaturan bagi pengunjung dan kontraktor, area berkumpul, simulasi kebakaran tahunan.
  • Deteksi & Alarm Kebakaran: Pengaktifan alarm secara aman, kondisi sistem berfungsi, lokasi dan visibilitas call point, pengujian bunyi alarm mingguan.
  • Peralatan Pemadam Portabel: Ketersediaan dan kesesuaian APAR dan/atau selimut api, lokasi dan penempatan peralatan, rambu penunjuk.
  • Pemberitahuan/Rambu: Kecukupan rambu, kondisi rambu, rambu panic bar.
  • Fasilitas untuk Dinas Pemadam Kebakaran: Akses kendaraan pemadam, hidran ditandai dan mudah diakses, tingkat pemahaman petugas pemadam terhadap fasilitas.

4. Testing, Maintenance & Records

  • Catatan pengujian sistem alarm kebakaran
  • Catatan pengujian pencahayaan jalur evakuasi
  • Catatan pengujian APAR dan selang pemadam
  • Catatan pengujian sistem sprinkler
  • Catatan pengujian sistem pemadaman
  • Catatan pengujian sistem pengendalian asap/panas
  • Catatan pengujian pintu penutup otomatis
  • Catatan pengujian generator
  • Catatan pengujian lift
  • Catatan simulasi kebakaran

Mengapa Perlu Fire Risk Assessment Sebelum Audit?

Fire safety audit memang diperlukan untuk menilai kepatuhan sistem terhadap standar. Namun, risiko temuan mayor menanti jika fasilitas Anda melakukannya tanpa persiapan. Temuan ini dapat berujung pada kewajiban perbaikan mahal, pembatasan operasional, hingga risiko klaim asuransi ditolak.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan Fire Risk Assessment terlebih dahulu sebelum audit. Lumeshield sendiri menyediakan layanan FRA yang mencakup asesmen sistem proteksi kebakaran, tinjauan manajemen keselamatan kebakaran, evaluasi sistem evakuasi, hingga kajian keselamatan.

Pastikan audit fasilitas Anda berjalan lancar sehingga risiko bisnis dapat dikendalikan. Hubungi kami untuk memulai konsultasi!

Share this article!