Mengenal kelas kebakaran (Sumber: Pexels)

Jangan Salah Semprot! Kenali Kelas Kebakaran Agar APAR Anda Efektif

Tidak semua api bisa dipadamkan dengan alat pemadam yang sama. Dengan memahami klasifikasi kelas kebakaran, Anda akan mengetahui bahwa APAR (Alat Pemadam Api Ringan) memiliki banyak jenis tergantung pada bahan pengisinya.

Memahami kelas kebakaran merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pengelola gedung karena akan membantu menentukan jenis media pemadam yang paling tepat dan efektif digunakan di situasi darurat. Salah sedikit saja, kobaran api justru akan membesar.

Melalui artikel ini, kami akan memandu Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang kelas kebakaran beserta penyebab dan APAR yang paling tepat untuk memadamkannya. Sudahkah sistem proteksi kebakaran Anda sesuai? Cari tahu informasinya di sini!

Apa itu Kelas Kebakaran?

Kelas kebakaran adalah pengelompokan jenis kebakaran berdasarkan jenis bahan atau zat yang terbakar. Tujuannya untuk mengidentifikasi sumber api dan menentukan metode pemadaman yang efektif.

Kelas kebakaran merupakan pengetahuan yang wajib Anda ketahui sebagai pengelola gedung. Tak hanya mempercepat proses pemadaman, ilmu ini dapat mencegah kebakaran meluas. Dengan demikian, kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Membedah Tiga Kelas Kebakaran Paling Umum

Mengenal kelas kebakaran (Sumber: Pexels)
Mengenal kelas kebakaran (Sumber: Pexels)

Secara keseluruhan, ada lima Kelas kebakaran yang wajib Anda ketahui, yaitu Kelas A, B, C, D, dan K. Akan tetapi, hanya tiga kelas yang paling umum dikenal, yaitu Kelas A, B, dan C saja.

Setiap Kelas kebakaran memiliki sumber dan tempat-tempat rawan yang tak sama. Kenali perbedaannya di bawah ini!

Kelas A: Benda Padat (Kayu, Kertas, Kain)

Kebakaran kelas A melibatkan bahan padat mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, plastik, karet, dan bahan organik lainnya. 

Biasanya, jenis kebakaran ini terjadi di rumah, kantor, sekolah, dan tempat umum lainnya yang memiliki banyak bahan padat mudah terbakar. 

Ciri khas kebakaran kelas A adalah adanya pembakaran pada bahan-bahan yang umumnya ditemukan di lingkungan sehari-hari seperti perabotan kayu, buku, dokumen, dan pakaian. Kebakaran ini menghasilkan abu setelah bahan terbakar habis.

Media pemadam paling efektif untuk kebakaran kelas A adalah air, busa (foam), dan serbuk kimia kering.

Kelas B: Benda Cair & Gas Mudah Terbakar (Bensin, Tiner, LPG)

Kebakaran kelas B melibatkan bahan cair mudah terbakar seperti bensin, solar, minyak tanah, alkohol, cat, dan pelarut kimia, serta gas mudah terbakar seperti LPG, propana, dan gas alam. 

Jenis kebakaran ini biasa terjadi di area industri atau bengkel. Tumpahan bahan bakar, penyimpanan bahan cair yang tidak sesuai standar, hingga kebocoran bahan bakar rawan terjadi di area tersebut.

Karakteristik utama kebakaran ini adalah penyebaran api yang sangat cepat karena bahan cair mudah mengalir. Selain itu, gas juga mudah membentuk awan uap yang eksplosif jika bertemu sumber api. Kebakaran kelas B memang tidak meninggalkan abu, tetapi menimbulkan ledakan dan asap beracun.

Pemadaman kebakaran kelas B harus menggunakan media pemadam khusus yang dapat memutus suplai oksigen atau bahan bakar, seperti alat pemadam karbon dioksida (CO2), busa (foam), dan serbuk kimia kering, karena penggunaan air malah dapat memperparah kondisi.

Kelas C: Kebakaran Listrik (Panel, Komputer)

Kebakaran kelas C melibatkan peralatan listrik atau instalasi listrik yang masih terhubung dengan sumber daya listrik. Meski bukan bakar, listrik merupakan sumber pengapian yang memicu bahan di sekitarnya terbakar, seperti isolasi kabel, plastik, atau bahan mudah terbakar lain yang ada di sekitar peralatan listrik tersebut.

Jenis kebakaran ini biasa terjadi di rumah, kantor, dan fasilitas industri yang menggunakan banyak perangkat listrik. 

Karakteristik penting kebakaran kelas C meliputi risiko sengatan listrik bagi orang yang mencoba memadamkannya, karena peralatan listrik masih bertegangan. Api pada kelas ini sulit dipadamkan selama sumber listrik masih aktif, sehingga langkah pertama adalah memutus aliran listrik secara aman sebelum melakukan pemadaman. 

Selain itu, kebakaran kelas C sering kali menghasilkan asap tebal dan gas beracun dari pembakaran bahan plastik dan isolasi listrik. Oleh karena itu, media pemadamannya harus bersifat non-konduktif dan tidak merusak peralatan, seperti karbon dioksida (CO2) dan serbuk kimia kering.

Jenis Kebakaran vs Jenis APAR yang Tepat

Mengenal kelas kebakaran (Sumber: Pexels)
Mengenal kelas kebakaran (Sumber: Pexels)

Setiap kelas kebakaran membutuhkan jenis APAR yang berbeda-beda. Berdasarkan bahan pemadam yang digunakan, APAR umumnya terdiri dari empat jenis utama, yaitu:

  1. APAR Air (Water): Menggunakan air bertekanan tinggi sebagai media pemadam. Cocok untuk memadamkan kebakaran kelas A seperti kayu, kertas, kain, dan plastik karena air dapat mendinginkan dan menghilangkan panas api. 
  2. APAR Busa (Foam/AFFF): Menghasilkan busa yang menutupi bahan yang terbakar sehingga menghalangi oksigen masuk. Efektif untuk kebakaran kelas A dan B, cocok untuk memadamkan api dari padatan dan cairan mudah terbakar seperti minyak, bensin, dan alkohol.
  3. APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder): Menggunakan serbuk kimia yang dapat menghentikan reaksi kimia di api. Cocok untuk memadamkan untuk kelas kebakaran A, B, maupun C.
  4. APAR Karbon Dioksida (CO2): Menggunakan gas CO2 bertekanan tinggi yang menghilangkan oksigen di sekitar api. Efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C, terutama kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar.

Untuk mengetahui perbedaannya dengan lebih jelas, simak tabel praktis berikut.

Jenis APARKelas Kebakaran AKelas Kebakaran BKelas Kebakaran C
AirYa
BusaYaYa
Serbuk Kimia KeringYaYaYa
Karbondioksida (CO2)YaYa

Mengapa APAR Jenis Powder Paling Populer untuk Penggunaan Umum?

APAR jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) paling populer untuk penggunaan umum. Dari tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa APAR jenis ini merupakan satu-satunya yang bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C.

Cara kerja APAR serbuk kimia kering sangat efektif yaitu dengan memutus reaksi kimia pembakaran di permukaan api sehingga api dapat dipadamkan dengan cepat. Selain itu, bubuk kering tidak menghantarkan listrik, sehingga aman digunakan untuk kebakaran listrik tanpa risiko sengatan listrik.

APAR serbuk kimia kering dinilai mudah digunakan, bahkan untuk orang awam sekalipun. Ukurannya ringkas dan portabel. Daya tahannya baik jika disimpan dalam kondisi optimal. Secara keseluruhan, fleksibilitas dan efektivitasnya tinggi sehingga menjadi sistem proteksi kebakaran favorit di segala situasi.

Hanya saja, residu yang ditinggalkan APAR serbuk kimia kering dapat memerlukan pembersihan khusus setelah kebakaran padam. Sisa-sisa bubuknya harus segera dibersihkan begitu api padam karena sifatnya yang korosif. Bekasnya akan lebih sulit untuk dihilangkan jika dibiarkan terlalu lama.

Jika masih belum yakin apakah gedung yang Anda kelola sudah menggunakan APAR yang tepat, Lumeshield siap membantu! Layanan Fire Risk Assessment kami menawarkan evaluasi risiko kebakaran hingga rekomendasi strategi sistem proteksi kebakaran yang tepat.

Tim kami terdiri dari fire engineer profesional yang sudah mengantongi Sertifikat Profesi BNSP Pengkaji Teknis Proteksi Kebakaran dan Sertifikat Keahlian LPJK Ahli Teknik Proteksi Kebakaran Madya. Kami selalu berkomitmen melakukan yang terbaik untuk mencegah kekeliruan dalam desain sistem proteksi kebakaran Anda.

Demi keamanan semua pihak, jangan sampai salah langkah! Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan rekomendasi sistem pemadam terbaik langsung dari ahlinya!

Share this article!