Kebakaran selalu akan meninggalkan risiko serius bila tak ditangani dengan tepat. Selain memastikan sumber api sudah diatasi, ada banyak hal yang Anda lakukan setelah kebakaran padam.
Meski terjadi dalam skala kecil, inspeksi area secara menyeluruh sangat diperlukan untuk alasan keselamatan dan pemulihan gedung. Api yang berkobar tak hanya membuat benda-benda hangus, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan struktur bangunan hingga gangguan arus listrik.
Supaya tidak salah langkah, Anda bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui hal apa saja yang perlu dilakukan setelah kebakaran padam.
Bahaya Tersembunyi Setelah Kebakaran Padam

Upaya penanganan kebakaran kecil tidak berhenti di pemadaman api utama. Nyatanya, masih ada bahaya tersembunyi yang mengintai setelah kebakaran padam, yaitu bara yang dapat menyebabkan kebakaran ulang (reignition), runtuhan dan kerusakan struktur, hingga bahaya kelistrikan.
Sebagai pengelola gedung, Anda perlu mewaspadai bahaya-bahaya tak terduga tersebut. Anda harus ekstra hati-hati, terutama ketika akan masuk ke lokasi kejadian tepat setelah api padam untuk mengecek keadaan.
Penuhi semua checklist di bawah ini sebelum kembali masuk ke ruangan tersebut.
1. Pastikan Sumber Api Benar-benar Padam
Sebelum memasuki ruangan, pastikan bahwa sumber api telah benar-benar padam tanpa adanya bara atau titik yang masih panas. Kebakaran ulang bisa saja terjadi dalam waktu singkat karena bara api yang masih panas dapat bersembunyi di tumpukan puing, dinding berongga, langit-langit, atau furniture. Suhunya tak kalah panas sehingga dapat menyulut kembali api jika tidak ditangani dengan benar.
Oleh karena itu, tahap pendinginan atau overhaul oleh petugas pemadam kebakaran sangat krusial. Mereka biasanya menggunakan peralatan seperti kamera termal untuk mendeteksi panas tersembunyi dan melaksanakan penyiraman ulang hingga suhu benar-benar aman agar tidak terjadi kebakaran ulang.
2. Periksa Potensi Bahaya Struktural
Kebakaran dapat melemahkan struktur bangunan, seperti dinding, langit-langit, dan lantai yang berbahan beton atau baja. Beton dapat mengalami retak, spalling (pengelupasan), dan penurunan kekuatan akibat suhu yang ekstrim. Sementara itu, tulangan baja bisa kehilangan kekuatannya sehingga mengurangi kapasitas dukung struktur.
Kerusakan struktural ini tidak selalu terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, perlu ada inspeksi menyeluruh oleh ahli teknik sipil atau struktur. Risiko lanjutan dari kerusakan struktural bisa termasuk deformasi besar, runtuh parsial atau total, dan beban berlebih pada bagian lain yang masih utuh sehingga berbahaya bagi seluruh penghuni dan pengakses gedung.
3. Waspadai Bahaya Sengatan Listrik
Bahkan dalam skala kecil, kebakaran bisa merusak instalasi listrik seperti kabel, stop kontak, dan peralatan listrik yang ada di dalam ruangan. Contohnya adalah ketika isolasi sebuah kabel rusak atau meleleh akibat panas api. Arus listrik bisa menjadi bocor atau mengalir tidak terkontrol, sehingga berpotensi menyebabkan sengatan listrik saat disentuh.
Untuk mencegahnya, matikan terlebih dahulu sumber listrik di area yang terbakar. Lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara menyeluruh oleh teknisi profesional sebelum memasuki ruangan. Gunakan juga alat pelindung diri saat melakukan inspeksi untuk menghindari kontak langsung dengan bagian listrik yang berbahaya.
Cara Membersihkan Sisa Bubuk APAR Setelah Kebakaran Padam

Tugas Anda setelah kebakaran padam tak lain adalah memastikan sisa bubuk APAR (Alat Pemadam Api Ringan) bersih. Alat ini berisi bubuk kimia kering seperti monoammonium fosfat, natrium bikarbonat, dan kalium bikarbonat untuk memutus reaksi dari tiga elemen pembentuk api.
Residu bubuk APAR yang sudah digunakan untuk memadamkan api harus segera dibersihkan. Mengapa? Jika dibiarkan lebih lama, campuran bahan kimia yang bersifat korosif ini bisa meninggalkan bekas. Lebih parahnya, sisa bubuk ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan masalah pernapasan jika sampai terjadi kontak fisik dengan manusia.
Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pembersihan sisa bubuk APAR dengan tepat. Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan larutan campuran isopropil alkohol dan air hangat dengan perbandingan 1:1, aduk dan diamkan beberapa menit.
- Basahi kain atau spons dengan larutan tersebut, lalu gunakan untuk mengelap area yang terkena bubuk.
- Untuk residu dari kalium bikarbonat dan natrium bikarbonat, gunakan campuran air hangat (98%) dan cuka (2%) untuk membersihkan.
- Jika residu berasal dari monoammonium phosphate, gunakan campuran baking soda dan pasta gigi dalam air hangat, aplikasikan dan biarkan beberapa menit sebelum dibersihkan dengan kain basah.
- Setelah dibersihkan dengan larutan khusus, lap kembali area tersebut dengan kain basah untuk menghilangkan sisa larutan pembersih.
- Penggunaan kipas angin dapat membantu mengeringkan area yang telah dibersihkan dan menghilangkan sisa residu.
Kapan Harus Segera Mengisi Ulang APAR Anda?
APAR yang sudah digunakan sebaiknya segera Anda isi ulang meski hanya berkurang sedikit. Jika tidak, tekanan media pemadam di dalam tabung dapat mengalami penurunan. Saat situasi mendesak terjadi, APAR bisa saja tidak bekerja maksimal atau bahkan gagal memadamkan. Prosedur ini harus dilakukan oleh teknisi ahli agar sesuai dengan standar SNI dan NFPA.
Sebagai manajer gedung, sudah menjadi kewajiban Anda untuk melakukan audit sistem proteksi kebakaran. Minimal setiap 6 bulan sekali, pastikan kondisi fisik dan tanggal kedaluwarsa APAR. Jika ditemukan tanda kerusakan, pengembunan, atau tekanan berada di zona merah (berkurang), APAR harus segera diservis atau diisi ulang.
Selama satu dekade, Lumeshield telah berpengalaman dalam merancang desain fire protection system yang presisi dan sesuai kebutuhan safety bisnis. Tim kami terdiri dari fire engineer yang andal dalam menangani berbagai kasus di industri fire risk management.
Dengan menggunakan layanan kami, Anda bisa mendapatkan rekomendasi dan evaluasi fire protection system seperti APAR. Harapannya, layanan ini bisa meningkatkan unsur safety di gedung Anda karena perannya yang penting untuk melindungi nyawa dan bisnis.
Tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang juga untuk mengantisipasi risiko kebakaran yang mengancam keselamatan gedung Anda!

