Cara Memadamkan Api Kompor

Cara Memadamkan Api Kompor yang Tepat, Jangan Siram Air!

Memahami cara memadamkan api kompor yang tepat bukan hanya penting bagi pengguna dapur, tetapi juga bagi pengelola gedungnya. Di apartemen, gedung perkantoran, hotel, maupun fasilitas F&B, dapur adalah salah satu titik risiko kebakaran tertinggi.

Kesalahan penanganan kebakaran kecil di dapur dapat berkembang menjadi insiden besar yang berdampak pada keselamatan penghuni, gangguan operasional, hingga tuntutan hukum. Simak cara memadamkan api kompor dengan benar melalui artikel ini!

Mengapa Menyiram Air ke Minyak Panas Justru Memperbesar Api?

Kebakaran kompor hampir selalu melibatkan minyak atau lemak yang telah mencapai suhu sangat tinggi (di atas ±300°C). Kebakaran minyak sendiri telah diklasifikasikan sebagai kelas kebakaran khusus dan tidak boleh ditangani dengan air.

Pada kondisi ini, minyak sudah berada di atas titik nyala (flash point), sehingga uapnya mudah terbakar. Ketika air disiramkan ke minyak panas, air yang memiliki massa jenis lebih tinggi akan langsung tenggelam ke dasar wajan dan menguap secara eksplosif.

Proses penguapan ini terjadi sangat cepat (fenomena flash boiling). Dalam sepersekian detik, air berubah menjadi uap dengan volume hingga ±1.700 kali lipat. Dorongan uap inilah yang melemparkan minyak terbakar ke udara, membentuk bola api (fireball) dan memperluas area kebakaran secara instan. Api yang semula terbatas di wajan bisa menyambar dinding, kabinet, hood dapur, bahkan sistem ventilasi.

Dari perspektif manajemen gedung dan keselamatan bangunan, reaksi ini sangat berbahaya karena mempercepat eskalasi kebakaran sebelum sistem proteksi aktif sempat bekerja optimal. Percikan minyak terbakar dapat memicu secondary ignition pada material lain seperti panel kayu, plastik, atau grease buildup di ducting dapur.

Langkah Demi Langkah yang Aman dan Benar

Cara Memadamkan Api Kompor
Sumber: Kitchen Ventilation

1. Tetap Tenang, Matikan Sumber Panas (Kompor)

Langkah pertama dalam menangani api kompor adalah mengendalikan sumber energi, bukan langsung memadamkan api. Dalam banyak insiden kebakaran dapur, api membesar karena sumber panas (gas/listrik) tetap aktif. Selama panas terus disuplai, api akan tetap menyala meskipun upaya pemadaman dilakukan.

Bagi pengelola gedung dan fasilitas F&B, penting memastikan bahwa akses pemutusan sumber panas (knob kompor, emergency shut-off gas, atau pemutus listrik) mudah dijangkau dan dipahami oleh pengguna dapur. Tanpa desain dapur yang mempertimbangkan aspek keselamatan ini, risiko kegagalan pengendalian api tahap awal akan meningkat signifikan.

Selain itu, sikap tenang juga diperlukan dalam mempraktikkan cara memadamkan api kompor. Bersikap panik hanya akan memicu tindakan berbahaya seperti memindahkan wajan panas atau menyiram air.

2. Tutup Wajan dengan Penutup Panci atau Kain Basah

Setelah sumber panas dimatikan, langkah paling efektif adalah menghentikan suplai oksigen ke api. Menutup wajan menggunakan penutup panci berbahan logam atau kain tebal yang dibasahi bisa jadi langkah terbaik karena pasokan oksigen untuk api akan terputus.

Bagi fasilitas komersial dan dapur bersama (shared kitchen), metode ini sangat relevan karena dapat memadamkan api tanpa menimbulkan percikan atau tekanan tambahan. Namun, penutup harus dipasang dengan teknik yang benar. Letakkan dari arah depan ke belakang untuk melindungi wajah dan tangan dari lidah api.

Penting dicatat, penutup tidak boleh langsung dibuka setelah api padam. Membuka terlalu cepat dapat mengembalikan suplai oksigen dan menyebabkan api menyala kembali. Dalam SOP dapur gedung, prosedur ini sebaiknya dilatih secara berkala sebagai bagian dari manajemen keselamatan kebakaran.

3. Gunakan Garam atau Soda Kue untuk Api Kecil

Untuk api yang masih sangat kecil dan terkendali, garam dapur atau soda kue (sodium bicarbonate) dapat digunakan sebagai solusi darurat. Soda kue bekerja dengan melepaskan karbon dioksida saat terkena panas, sehingga membantu mengurangi oksigen di sekitar api. Di sisi lain, garam membantu menurunkan intensitas api dengan menutup permukaan minyak.

Namun, metode ini memiliki keterbatasan. Jumlah bahan yang dibutuhkan cukup banyak dan efektivitasnya sangat bergantung pada skala api. Untuk kebakaran dapur komersial, cara ini hanya bersifat penanganan awal dan tidak dapat menggantikan sistem pemadam yang dirancang secara profesional.

Kapan Harus Menggunakan APAR di Dapur?

Cara Memadamkan Api Kompor
Sumber: Swartz Fire & Safety

APAR di dapur bukan alat utama, melainkan opsi pengendalian lanjutan ketika metode sederhana seperti menutup wajan sudah tidak efektif. APAR harus digunakan saat api mulai membesar, menyebar di luar wajan, atau tidak dapat dikendalikan hanya dengan menghentikan sumber panas dan suplai oksigen.

Bagi pengelola gedung dan dapur komersial, momen ini sangat krusial. Terlambat menggunakan APAR bisa menyebabkan api menjalar ke hood dapur, ducting exhaust, atau plafon, yang kemudian memicu kebakaran struktural. Sebaliknya, penggunaan APAR yang terlalu dini atau tidak tepat juga berisiko menimbulkan percikan minyak panas dan cedera.

Untuk kebakaran minyak dan lemak, APAR kelas K adalah pilihan paling direkomendasikan. APAR dry chemical (ABC atau BC) juga sering menjadi alternatif. Hanya saja, penggunaannya harus lebih hati-hati karena serbuk kimia dapat menyebar, mengganggu visibilitas, dan berpotensi merusak peralatan dapur.

APAR hanya boleh digunakan jika jalur evakuasi masih aman dan api belum menghalangi akses keluar. Teknik dasar yang harus dipahami adalah metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep): tarik pin, arahkan ke pangkal api, tekan tuas, dan sapukan secara perlahan. Posisi penyemprot sebaiknya membelakangi jalur evakuasi, sehingga dapat segera mundur jika api membesar.

Alat Proteksi Wajib untuk Dapur: Fire Blanket

Cara Memadamkan Api Kompor
Sumber: Safelincs

Fire blanket merupakan alat proteksi kebakaran awal yang dirancang khusus untuk menangani api kecil di dapur, terutama kebakaran akibat minyak dan lemak. Cara kerjanya sederhana namun sangat efektif: fire blanket menutup sumber api dan menghentikan suplai oksigen, sehingga api padam tanpa menimbulkan percikan atau tekanan tambahan seperti air atau APAR tertentu.

Bagi dapur apartemen, pantry gedung perkantoran, hingga dapur komersial F&B, fire blanket sering menjadi alat paling aman untuk respons pertama. Pengguna tidak perlu keahlian teknis khusus, sehingga risiko kesalahan penanganan jauh lebih kecil dibandingkan penggunaan APAR.

Keunggulan utama fire blanket adalah tidak menghasilkan residu. Selain itu, fire blanket juga efektif untuk melindungi tubuh manusia. Dalam situasi darurat, selimut ini dapat digunakan untuk membungkus korban yang pakaiannya terbakar, meminimalkan luka bakar serius.

Fire blanket hanya efektif jika mudah dijangkau. Idealnya, alat ini ditempatkan di dinding dekat area memasak, tetapi tidak terlalu dekat dengan kompor agar tetap aman diambil saat api menyala. Meskipun efektif, fire blanket bukan solusi untuk semua jenis kebakaran. Alat ini hanya cocok untuk api kecil dan kebakaran awal.

Pentingnya Memiliki Desain Sistem Proteksi Kebakaran Dapur yang Memadai

Cara memadamkan api kompor secara manual hanya efektif pada fase awal kebakaran. Dalam banyak kasus di apartemen, gedung komersial, dan fasilitas F&B, kebakaran dapur berkembang terlalu cepat karena desain sistem proteksi kebakaran tidak disesuaikan dengan risiko aktual.

Desain sistem proteksi kebakaran yang efektif tidak bisa disamaratakan antara dapur apartemen, pantry kantor, dan dapur restoran skala besar. Di sinilah peran tenaga ahli dalam fire protection system design menjadi krusial.

Desain sistem proteksi kebakaran dapur yang memadai harus mengadopsi pendekatan proteksi berlapis (layered protection). Poin ini mencakup pemilihan sistem deteksi yang sesuai dengan lingkungan dapur, penempatan APAR dan fire blanket yang strategis, serta sistem pemadaman otomatis pada hood dan ducting (untuk dapur komersial).

Melalui layanan Fire Protection System Design , Lumeshield membantu Anda merancang sistem proteksi kebakaran dapur mulai dari pemilihan sistem deteksi yang tepat untuk area berminyak, desain pemadaman khusus dapur, hingga integrasi dengan sistem alarm dan evakuasi gedung. Kami merencanakan semua elemen tersebut secara menyeluruh, bukan sekadar menambah alat proteksi secara terpisah.

Jangan biarkan dapur menjadi sumber bahaya yang dapat merenggut nyawa seseorang. Hubungi kami untuk memulai konsultasi!

Share this article!