fungsi fire pump

Fungsi Fire Pump: Beda Jenis, Beda Pula Fungsinya!

Dalam sistem proteksi kebakaran gedung, fungsi fire pump sering kali baru disadari ketika terjadi kegagalan sistem saat darurat. Padahal, sistem pemadam kebakaran, seperti hydrant atau sprinkler, tidak akan bekerja sesuai desain tanpa tekanan dan debit air yang memadai,.

Karena setiap bangunan memiliki karakteristik risiko, kapasitas, dan sumber air yang berbeda, jenis fire pump yang digunakan tidak bisa disamaratakan. Memahami perbedaan fungsi tiap jenis fire pump menjadi langkah penting sebelum menentukan desain sistem fire pump yang andal dan patuh standar.

Apa itu Fire Pump?

Fire pump adalah pompa khusus yang digunakan untuk meningkatkan tekanan dan aliran air pada sistem pemadam kebakaran, seperti hydrant dan sprinkler. 

Pompa ini bekerja ketika tekanan air dari sumber utama (PDAM, reservoir, atau tangki) tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sistem saat kebakaran.

Fire pump umumnya diaktifkan secara otomatis ketika tekanan sistem turun di bawah batas tertentu. Karena perannya krusial, standar seperti NFPA 20 dan SNI 6570 – 2023 mengatur ketat spesifikasi, kapasitas, hingga metode instalasinya. 

Kesalahan pemilihan atau penempatan fire pump dapat menyebabkan sistem gagal memenuhi kebutuhan proteksi kebakaran gedung.

5 Jenis Fire Pump

1. Horizontal Split Case Pump

fungsi fire pump
Sumber: An Pump

Horizontal split case pump adalah jenis fire pump yang paling umum digunakan untuk sistem proteksi kebakaran dengan kapasitas besar dan kebutuhan keandalan tinggi. 

Ciri utamanya adalah casing pompa yang terbelah secara horizontal, memungkinkan perawatan internal tanpa harus membongkar pipa inlet dan outlet. 

Fungsi fire pump tipe horizontal split case:

  • Menyediakan debit besar untuk gedung bertingkat, kawasan industri, dan area dengan jaringan hydrant luas
  • Stabil untuk operasi jangka panjang
  • Cocok untuk sistem dengan tuntutan performa tinggi dan keandalan maksimal

Horizontal split case membutuhkan ruang instalasi yang lebih luas dibandingkan tipe lain. Oleh karena itu, jenis fire pump ini paling cocok digunakan di gedung bertingkat tinggi, kawasan industri, fasilitas logistik, dan sistem hydrant dengan jaringan luas.

2. Vertical Split Case Pump

fungsi fire pump
Sumber: BBC Pump and Equipment

Vertical split case pump bekerja dengan prinsip yang sama seperti tipe horizontal, tetapi dengan orientasi poros vertikal. Pompa ini sering dipilih ketika keterbatasan ruang lantai menjadi kendala utama, tetapi kebutuhan debit dan tekanannya tetap tinggi.

Fungsi fire pump tipe vertical split case:

  • Alternatif split case untuk ruang sempit
  • Menjaga performa tinggi dengan footprint yang lebih kecil

Keterbatasannya terletak pada akses perawatan yang sedikit lebih kompleks dibandingkan tipe horizontal. Vertical split case pump banyak digunakan pada gedung bertingkat di kawasan urban, basement sempit, atau fasilitas dengan ruang pompa terbatas.

3. Vertical Inline Pump

fungsi fire pump
Sumber: An Pump

Vertical inline pump memiliki desain kompak dengan posisi inlet dan outlet sejajar dalam satu garis pipa. Tipe ini memiliki batasan kapasitas dan tekanan, sehingga tidak direkomendasikan untuk sistem high-hazard atau jaringan hydrant luas.

Fungsi fire pump tipe vertical inline adalah menyediakan tekanan tambahan pada sistem sprinkler atau hydrant tanpa memerlukan ruang pompa besar. Alhasil, pemasangan pompa tipe ini lebih mudah dan hemat ruang.

Vertical inline pump cocok untuk sistem sprinkler atau hydrant dengan kebutuhan tekanan yang tidak terlalu besar. Fasilitas yang biasa menggunakannya antara lain gedung perkantoran rendah, hotel kecil, atau fasilitas komersial dengan risiko kebakaran moderat.

4. Vertical Turbine Pump

fungsi fire pump
Sumber: Ruhrpumpen

Vertical turbine pump dirancang khusus untuk fasilitas dengan sumber air berada jauh di bawah permukaan tanah, seperti sumur dalam, sungai, atau reservoir bawah tanah.

Pompa ini bekerja dengan sistem multi-stage yang mampu mengangkat air dari kedalaman signifikan. Oleh karena itu, proses instalasinya membutuhkan perencanaan desain yang sangat matang, termasuk perhitungan kedalaman air, perlindungan terhadap kavitasi, dan akses perawatan.

Fungsi fire pump tipe vertical turbine:

  • Mengangkat air dari sumber air dengan kedalaman besar
  • Banyak digunakan di fasilitas industri, pembangkit listrik, dan kawasan terpencil
  • Solusi ketika tangki air permukaan tidak memungkinkan

Vertical turbine pump banyak digunakan di fasilitas industri besar, pembangkit listrik, dan area dengan keterbatasan infrastruktur air.

5. End Suction Pump

fungsi fire pump
Sumber: Armstrong Fluid Technology

End suction pump adalah pompa sentrifugal dengan desain paling sederhana dan ekonomis. Pompa ini biasanya digunakan untuk aplikasi dengan kebutuhan debit dan tekanan rendah, atau sebagai bagian dari sistem pendukung tertentu.

Fungsi fire pump tipe end suction adalah memberikan solusi pemompaan yang praktis untuk gedung kecil atau sistem hydrant terbatas. Keunggulannya terletak pada kemudahan instalasi dan perawatan. Namun, hal ini juga disertai dengan keterbatasan performa jika dibandingkan dengan tipe split case. 

Tempat Terbaik untuk Menempatkan Fire Pump

Penempatan fire pump adalah faktor kritis yang langsung memengaruhi keandalan sistem proteksi kebakaran. Berdasarkan standar NFPA 20 dan International Building Code (IBC), berikut adalah kriteria tempat ideal untuk memasang fire pump.

1. Ruang Pompa Khusus yang Terpisah dan Terlindungi

Fire pump sebaiknya ditempatkan di ruang pompa khusus yang dipisahkan dari area berisiko tinggi. Ruang ini harus memiliki konstruksi tahan api untuk mencegah pompa terdampak langsung oleh kebakaran di area lain.

Pemilihan ruang khusus bertujuan memastikan fire pump tetap dapat beroperasi selama kebakaran, bukan justru ikut terpapar panas, asap, atau runtuhan struktur. Dalam praktik audit, ruang pompa yang tidak memiliki pemisahan atau proteksi memadai sering dikategorikan sebagai temuan mayor.

2. Aman dari Risiko Banjir dan Genangan Air

Fire pump tidak boleh ditempatkan di area yang rawan banjir, genangan, atau rembesan air. Meskipun pompa berfungsi memompa air, komponen motor, panel kontrol, dan sistem kelistrikan sangat rentan terhadap kerusakan akibat air.

Standar mensyaratkan ruang pompa memiliki sistem drainase yang baik dan elevasi yang aman. Banyak kegagalan fire pump saat darurat disebabkan oleh ruang pompa yang tergenang, terutama pada basement tanpa perencanaan drainase yang memadai.

3. Dekat dengan Sumber Air yang Andal

Lokasi fire pump idealnya berada sedekat mungkin dengan sumber air utama, seperti tangki kebakaran, reservoir, atau sumur. Hal ini bertujuan meminimalkan kehilangan tekanan (head loss) pada sisi hisap pompa.

Jalur pipa hisap yang panjang atau berbelok tajam dapat menurunkan performa pompa dan meningkatkan risiko kavitasi. Oleh karena itu, desain lokasi fire pump harus mempertimbangkan tata letak sumber air sejak awal perencanaan sistem proteksi kebakaran.

4. Akses Mudah untuk Inspeksi dan Pemeliharaan

Fire pump harus ditempatkan di lokasi yang mudah diakses oleh tim operasional dan pemeliharaan, baik untuk inspeksi rutin, pengujian mingguan, maupun perbaikan darurat. Hal ini juga akan memudahkan tim pemadam jika kebakaran terjadi.

Standar mengatur adanya ruang bebas yang cukup di sekeliling pompa untuk memungkinkan pelepasan komponen dan aktivitas teknis. Ruang pompa yang sempit dan sulit diakses sering menyebabkan pemeliharaan terabaikan, yang berujung pada kegagalan sistem saat dibutuhkan.

5. Ventilasi dan Kondisi Lingkungan yang Memadai

Ruang fire pump harus memiliki ventilasi yang cukup untuk menjaga suhu motor dan mesin tetap dalam batas aman. Panas berlebih dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat kerusakan komponen.

Selain itu, lingkungan ruang pompa harus bersih dari debu berlebih, bahan korosif, dan kelembapan ekstrem. Kondisi lingkungan yang buruk akan memperpendek umur fire pump dan meningkatkan risiko gangguan operasional.

Kenapa Pemilihan Fire Pump Harus Berbasis Desain?

Setiap jenis fire pump memiliki fungsi, batasan, dan aplikasi yang berbeda. Memilih pompa hanya berdasarkan harga atau ketersediaan dapat berujung pada tekanan air tidak mencukupi, sistem gagal saat uji commissioning, atau temuan serius saat audit dan evaluasi asuransi.

Melalui layanan Fire Protection System Design, Lumeshield siap membantu Anda selaku pengelola fasilitas untuk memilih jenis fire pump berdasarkan klasifikasi risiko bangunan, kebutuhan debit dan tekanan aktual, acuan standar SNI dan NFPA, serta integrasi dengan keseluruhan sistem proteksi kebakaran.

Pastikan fire pump di gedung Anda bukan sekadar terpasang, tetapi juga patuh standar dan andal secara teknis. Hubungi kami sekarang untuk memulai konsultasi!

Share this article!